Article

Soal Imajinasi

19.04

imajinasi jauh lebih penting dari sains!
"Imajinasi jauh lebih penting dari pengetahuan" - Albert Einstein
William Blake menulis puisinya begini: “Lihatlah dunia dalam sebutir pasir, lihatlah surga dalam bunga yang liar, Letakkan di telapakmu jumlah yang tak terhingga, Dan keabadian dalam satu jam.”
Kata-kata ini melukiskan kekuatan imajinasi yang begitu nyata. Menurut Anda  apakah hanya para musisi, penyair, artis, pemain drama, dan mereka yang bekerja secara terdidik saja yang dapat mencipta keindahan atau memiliki daya imajinasi?  Kalau memang demikian Anda keliru.
Kita semua dianugerahi kekuatan imajinasiyang kreatif. Seorang bocah laki-laki bersama teman yang lain sedang mempelajari kata-kata yang berakhiran “K” di sekolah mereka, St. Louis. Ketika mereka sampai pada kata  “Kill”  bocah itu berkata: “Kita seharusnya tidak mempelajari kata ini di sekolah?  Mengapa kita tidak membubuhi huruf ‘S’ saja di depan kata itu?”  Pada pukul 6 sore, ia mengubah kata kill (membunuh) menjadi skill(keahlian). Bocah itu memperlihatkan  bahwa ia dapat memanfaatkan imajinasinya secara kreatif, tidak hanya bagi dirinya tetapi juga untuk seluruh dunia.
Di saat-saat yang penuh kekerasan sekarang ini, di mana terkadang manusia merasa tidak berharga keindahan imajinasi hilang, tersembunyi, dan tertekan. Ini merupakan gerak yang cepat di mana kita menghadapi kecenderungan menyesatkan gerak bebas imajinasi.
Namun Anda, kita semua, hanya mempunyai imajinasi bila punya rasa harga diri. Anda tidak dapat mengabaikan imajinasi Anda dan rasa harga diri Anda lagi jika Anda ingin hidup dalam hal-hal kreatif. Adalah tanggung jawab manusia setiap hari untuk mendapatkan kembali imajinasi kita dan melihat keindahan dalam diri kita, juga di sekeliling kita.

Imagination

Sukses Berkat Kekuatan IMAJINASI

18.55


Pembaca, jangan meremehkan imajinasi. Imajinasi bukanlah gambaran kosong atau angan-angan tanpa isi. Sejarah telah membuktikan banyak tokoh terkenal menjadi besar berkat imajinasinya yang luar biasa. Imajinasi ternyata mempunyai kekuatan. Albert Einstein pernah mengatakan, “Energi mengikuti imajinasi”. Tentu saja, Einstein serius dengan ucapannya. Apalagi Einstein mengamini hukum kekekalan energi. Dia sendiri mengaku telah membuktikannya saat dia ditanya bagaimana dia mampu menghasilkan begitu banyak teori spektakuler, dia menjawab imajinasinyalah yang menjadi salah satu bahan bakar dari idenya itu.
Lantas, bagaimanakah imajinasi yang dihasilkan pikiran kita bekerja?Pada prinsipnya, perlu Anda sadari, pikiran kita adalah sebuah
magnet yang luar biasa. Pikiran kita mampu menjadi otopilot atas apa yang ingin kita wujudkan, yang kita cita-citakan bahkan yang sekadar kita imajinasikan.
Setiap orang boleh mempunyai mimpi akan masa depan. Mimpi menjadi seorang penulis hebat, misalnya, atau menjadi sastrawan, insinyur, dokter, dan sebagainya. Dalam perwujudan mimpi inilah kekuatan imajinasi berperan. Sekali kita merencanakan dan mematrikan imajinasi dalam pikiran kita, fisik kita pun mulai mencari jalan bagaimana merealisasikan apa yang sudah kita pikirkan.
Untuk mudahnya, pembaca, ada dua kisah tentang kekuatan imajinasi yang ingin saya ceritakan di sini. Pertama, kisah hidup Mayor James Nesmeth, seorang tentara yang doyan main golf. Dia begitu tergila-gila dengan golf. Tapi sayang sekali, sebelum menikmati kesempatan itu, dia ditugaskan ke Vietnam Utara.
Sungguh sial, saat di Vietnam dia ditangkap oleh tentara musuh dan dijebloskan ke penjara yang pengap dan sempit. Dia tidak diberi kesempatan untuk berinteraksi dengan siapa pun. Situasi pengap, kosong, dan beku itu sungguh menjadi siksaan fisik dan mental yang meletihkan baginya.
Untungnya, Nesmeth sadar dirinya harus menjaga pikirannya agar tidak sinting. Dia mulai berlatih mental. Setiap hari, dengan
imajinasinya, dia membayangkan dirinya berada di padang golf yang indah dan memainkan golf 18 hole. Dia berimajinasi secara detail. Dia melakukannya rata-rata empat jam sehari selama tujuh tahun.
Lantas, tujuh tahun kemudian, dia pun dibebaskan dari penjara. Namun, ada yang menarik saat dia mulai bermain golf kembali untuk
pertama kalinya. Ternyata, Mayor James Nesmeth mampu mengurangi rata-rata 20 pukulan dari permainannya dulu. Orang-orang pun bertanya kepada siapa dia berlatih. Tentu saja, tidak dengan siapa pun. Yang jelas, dia hanya bermain dengan imajinasinya. Tetapi, ternyata itu berdampak pada hasil kemampuannya. Nah, inilah kekuatan imajinasi itu.
Kisah kedua adalah cerita tentang Tara Holland, seorang gadis yang bermimpi menjadi Miss America sejak kecil. Pada 1994, dia berusaha menjajaki menjadi Miss Florida. Sayangnya, dia hanya menyabet runner-up pertama. Tahun berikutnya dia mencoba, tapi lagi-lagi hanya di posisi yang sama. Hati kecilnya mulai membisikkan dirinya untuk berhenti.
Bulatkan tekad
Tapi, dia bangkit dan membulatkan tekadnya lagi. Dia pindah ke negara bagian lain, Kansas. Pada 1997, dia terpilih menjadi Miss
Kansas. Dan di tahun yang sama, dia berhasil menjadi Miss America! Yang menarik, adalah saat Tara diwawancarai setelah kemenangannya, Tara menceritakan bagaimana dia sudah ingin menyerah setelah dua kali kalah di Florida.
Tapi, tekadnya sudah bulat. Selama beberapa tahun kemudian, dia membeli video dan semua bahan yang bisa dipelajari tentang Miss Pagent, Miss Universe, Miss America, dan sebagainya. Dia melihatnya berkali-kali. Setiap kali melihat para diva meraih penghargaan tertinggi, Tara membayangkan dirinyalah yang menjadi pemenangnya.
Satu lagi yang menarik dari wawancaranya adalah saat dia ditanya apakah dia merasa canggung saat berjalan di atas karpet merah. Dengan mantap, Tara Holland menjawab, “Tidak sama sekali. Anda mesti tahu saya sudah ribuan kali berjalan di atas panggung itu.”
Seorang reporter menyela dan bertanya bagaimana mungkin dia sudah berjalan ribuan kali di panggung, sementara dia baru pertama kalinya mengikuti kontes. Tara menjawab, “Saya sudah berjalan ribuan kali di panggung itu…dalam pikiran saya.”
Pembaca, dua kisah nyata di atas menceritakan tentang kekuatan imajinasi. Kita memujudkan apa yang kita lihat dalam pikiran kita.
Imajinasi adalah energi. Energi yang kalau diolah terus-menerus akan mewujud dalam apa yang kita imajinasikan itu.
Kekuasaan boleh memenjarakan fisik, membungkam mulut, tetapi sama sekali tidak bisa memasung imajinasi kita. Dengan kekuatan
imajinasi, masa depan akan menjadi milik kita sesuai yang kita cita-citakan.
Dengan imajinasi, kita bisa menjadi tuan atas takdir kita, I am the master of my fate. Stephen Covey dalam 7 Habits mengatakan kita membuat kreasi mental lebih dulu sebelum kreasi fisiknya.
Semakin kuat gambaran mental yang kita miliki, semakin besar energi yang kita miliki untuk mewujudkannya. Sebaliknya, jika kita terlalu banyak membayangkan yang buruk dan negatif, kita menarik energi negatif dan kita semakin ter-demotivasi untuk meraihnya.
Pepatah Latin mengatakan, Fortis imaginatio generat casum, artinya imajinasi yang jelas menghasilkan kenyataan. Dengan demikian, jangan sia-siakan kekuatan imajinasi dalam diri kita. Imajinasi mampu menjadi kendaraan kita menuju apa saja yang kita mimpi dan cita-citakan.
Imajinasi akan mengumpulkan seluruh energi kita untuk mewujudkannya. Dalam aplikasi sehari-hari, dengan imajinasi, kita membayangkan hal-hal positif yang akan kita lakukan dan membayangkan hal-hal positif yang akan terjadi. Betapa kita akan melihat langkah dan tindakan kita mulai mengarah pada apa yang kita bayangkan. Dan…the dreams will come true!

Jika Anda tersentuh dengan cerita di atas, tolong “share” cerita ini ke teman-teman yang lain agar mereka juga dapat memetik hikmah yang ada pada cerita di atas. Semoga dapat bermanfaat bagi kehidupan kita, terimakasih.
(Sumber : motivation-live.blogspot.com)

Einstein

Kutipan Albert Einstein

18.47

  • Imajinasi lebih penting dari pengetahuan. Pengetahuan itu terbatas, sedangkan imajinasi meliputi seluruh dunia, merangsang kemajuan, melahirkan evolusi.
  • Jangan pernah melawan kata hati walaupun negara memerintahkan.
  • Hendaklah segalanya dibuat sederhana mungkin, tetapi bukan asal sederhana.
  • Perdamaian tidak dapat dijaga dengan kekuatan. Hal itu hanya dapat diraih dengan pengertian.
  • Jika orang menjadi baik karena mereka takut hukuman dan mengharapkan hadiah, maka kita berada dalam penyesalan yang besar.
  • Logika akan membawa Anda dari A ke B. Imajinasi akan mengantarkan Anda ke semua tempat.
  • Janganlah mencoba menjadi orang sukses. Jadilah orang yang bernilai.
  • Kepandaian manusia ada batasnya tetapi kebodohan manusia mungkin tidak ada batasnya.
  • Gravitasi tidak bertanggung jawab pada orang yang sedang jatuh cinta.
  • Hal yang paling sulit dimengerti di dunia adalah pajak penghasilan.
  • Sikap yang lemah akan menjadi karakter yang lemah.
  • Aku tidak pernah berpikir masa depan, karena itu akan datang segera.
  • Ilmu pengetahuan tanpa agama adalah cacat, dan agama tanpa ilmu pengetahuan adalah buta.
  • Orang yang tidak pernah membuat kesalahan itu orang yang tidak pernah mencoba hal-hal baru.
  • Satu-satunya hal yang paling berharga adalah intuisi.
  • Segala sesuatu harus dibuat sesederhana mungkin, tapi tidak berarti dibuat lebih gampang.
  • Jika A adalah sukses dalam kehidupan, maka A = x + y + z. Bekerja adalah x, bermain adalah y, dan z adalah menutup mulut.

Imagination

08.21

"Imajinasi lebih berharga daripada ilmu pengetahuan. Logika akan membawa anda dari A ke B, imajinasi akan membawa anda kemana-mana" - Einstein

Lyrics

Chrisye - Kangen (Lirik)

18.02

Kuterima suratmu... 
T'lah kubaca dan aku mengerti
Betapa merindunya dirimu
Akan hadirnya diriku
Didalam hari-harimu
Bersama lagi

Kau bertanya padaku
Kapan aku akan kembali lagi
Katamu kau tak kuasa... Melawan, 
Gejolak didalam dada
Yang membara menahan rasa
Pertemuan kita nanti... 
Saat kau ada disisiku

Reff; 
Semua kata rindumu semakin membuatku
Tak berdaya... Menahan rasa ingin jumpa
Percayalah padaku akupun rindu kamu
Ku akan pulang... Melepas semua kerinduan... 
Yang terpendam

Kau tuliskan padaku
Kata cinta... Yang manis dalam suratmu
Kau katakan padaku... Saat ini, 
Ku ingin ada pelukmu
Dan belai lembut kasihmu
Tak akan kulupa selamanya... 
Saat bersama, dirimu... 

Kembali ke reff; 

Jangan katakan cinta... 
Menambah beban rasa
Sudah simpan saja sedihmu itu... 
Ku akan datang