Article

Tips Menghias Blog - TFE

01.39

Hi stalker!! How are you? Fine? Yeah, I hope you fine because if you not fine, you can't stalker me,ya? haha
Ga ngerti sama ini blog. Perasaan blog ini isinya gapenting-penting banget. Muak malah bacain ini blog yang isinya 40% artikel copas, 40% curhatan, dan 20% lirik lagu & notnya kalo ada.Nah, yang buat aku bingung "kenapa ini blog visitorsnya banyak banget tiap hari?". Aku sering iseng bukain statistik blog, viewersnya pernah nyampe angka 900an viewers per hari. Coba bayangin, apa yang orang cari di blog ini sedangkan aku jarang ngeblog, isi blog abal-abal, eksis engga. Berarti tiap hari ada yang ngepoin blog ini? Berarti ada yang peduli "sama blog ini"? Ciecieeee blog aku punya fans cie cieee.

Lupakan soal fans. Hmm pernah aku iseng baca comment di blog ini, ada yang ngoment minta aku buat posting cara menghias blog. Ya kurang lebih gitulah ya. Menghias blog. Kalo kamu mau menghias blog kamu, kamu ga bisa copypaste persis blog orang tersebut. Kembangin kreativitas kamu. Oke kalo misal cara nampilin jam di blog, kamu boleh ngopy itu tapi kamu jangan ngopy paste semua desain yang ada di blog orang tersebut, cukup jamnya doang atau beberapa yang lainnya deh, tapi jangan semua. Karena dengan ngopy paste semuanya, kamu ga akan bisa ngembangin kreativitas kamu.

Oke aku mau bagi tips buat kalian yang suka ngeblog, pengen ngias blognya tapi gatau caranya.Ini caranya:
Kamu bisa liat-liat blog orang dulu, cari inspirasi yang bagus. Misalnya kamu suka sama template yang dia pake, coba cari-cari di blog dia biasanya si suka ada link tempat dia ngambil itu template. Nah kamu buka aja linknya. Biasanya si ada banyak pilihan template lain yang muncul. Coba kamu cari-cari dan pilih yang bagus diantaranya. Kamu engga harus copy paste kan? Kalo kamu pengen ada jam misal kayak di blog aku ni, nah coba kamu klik jamnya, biasanya langsung muncul ke website tempat aku ngambil jam itu. Coba kamu buka dan lakuin hal yang sama kayak template tadi. Gampang kok asal otak kamu nalar :p

Itu si cara aku dalam menghias blog aku ini ya. Aku terkadang malah males browsing buat nyari-nyari cara menghias blog. Aku lebih suka menjelajah blog orang yang unik-unik buat ngedesain blog ini. Walaupun ya blog ini terkesan biasa-biasa aja. Masih banyak blog orang yang jaaaaaaaauhhh lebih bagus dari blog ini dan aku masih penasaran cara dia ngedesainnya u.u

Selamat mencoba. Semoga saran yang abal-abal ini bermanfaat :p

17.23

Its look funny but not. Its look clever but stupid. I dont understand what he talking about because he talk like ngimel ngimel. I hate him. Thankyou

Fenomena berdagang di era anak sekolah 2013

07.18

Tahun ini dan tahun2 sebelumnya, aku udh ngerasain lama kelamaan orang yang tadinya cuma sekolah doang, sekarang udah merambah ke dunia perdagangan. Entah dia itu anak IPA ataupun IPS. Mulai dari jual pulsa, baju, olshop, lampu tidur handmade, makanan, power bank, dan masih banyak dagangan lainnya. Kini sekolah udah berubah menjadi pasar terselubung. Yang tadinya sekolah cuma tempat buat 'belajar', sekarang bisa menjadi tempat buat 'belanja'.
• Kebiasaan anak sekolah yang jadi konsumen:
Dateng ke sekolah → liat temen nawarin dagangan → naksir → pengen beli → mesen → dapet barang → bayarnya entar entar. Itulah anak sekolah
• Kebiasaan anak sekolah yang jadi pedagang:
Dateng ke sekolah → tarik nafas → bagiin barang pesenan temen → ambil catatan → mulai berkeliling dunia menagih hutang. Ulalaaa ini pengalaman u.u

Article

Soal Imajinasi

19.04

imajinasi jauh lebih penting dari sains!
"Imajinasi jauh lebih penting dari pengetahuan" - Albert Einstein
William Blake menulis puisinya begini: “Lihatlah dunia dalam sebutir pasir, lihatlah surga dalam bunga yang liar, Letakkan di telapakmu jumlah yang tak terhingga, Dan keabadian dalam satu jam.”
Kata-kata ini melukiskan kekuatan imajinasi yang begitu nyata. Menurut Anda  apakah hanya para musisi, penyair, artis, pemain drama, dan mereka yang bekerja secara terdidik saja yang dapat mencipta keindahan atau memiliki daya imajinasi?  Kalau memang demikian Anda keliru.
Kita semua dianugerahi kekuatan imajinasiyang kreatif. Seorang bocah laki-laki bersama teman yang lain sedang mempelajari kata-kata yang berakhiran “K” di sekolah mereka, St. Louis. Ketika mereka sampai pada kata  “Kill”  bocah itu berkata: “Kita seharusnya tidak mempelajari kata ini di sekolah?  Mengapa kita tidak membubuhi huruf ‘S’ saja di depan kata itu?”  Pada pukul 6 sore, ia mengubah kata kill (membunuh) menjadi skill(keahlian). Bocah itu memperlihatkan  bahwa ia dapat memanfaatkan imajinasinya secara kreatif, tidak hanya bagi dirinya tetapi juga untuk seluruh dunia.
Di saat-saat yang penuh kekerasan sekarang ini, di mana terkadang manusia merasa tidak berharga keindahan imajinasi hilang, tersembunyi, dan tertekan. Ini merupakan gerak yang cepat di mana kita menghadapi kecenderungan menyesatkan gerak bebas imajinasi.
Namun Anda, kita semua, hanya mempunyai imajinasi bila punya rasa harga diri. Anda tidak dapat mengabaikan imajinasi Anda dan rasa harga diri Anda lagi jika Anda ingin hidup dalam hal-hal kreatif. Adalah tanggung jawab manusia setiap hari untuk mendapatkan kembali imajinasi kita dan melihat keindahan dalam diri kita, juga di sekeliling kita.

Imagination

Sukses Berkat Kekuatan IMAJINASI

18.55


Pembaca, jangan meremehkan imajinasi. Imajinasi bukanlah gambaran kosong atau angan-angan tanpa isi. Sejarah telah membuktikan banyak tokoh terkenal menjadi besar berkat imajinasinya yang luar biasa. Imajinasi ternyata mempunyai kekuatan. Albert Einstein pernah mengatakan, “Energi mengikuti imajinasi”. Tentu saja, Einstein serius dengan ucapannya. Apalagi Einstein mengamini hukum kekekalan energi. Dia sendiri mengaku telah membuktikannya saat dia ditanya bagaimana dia mampu menghasilkan begitu banyak teori spektakuler, dia menjawab imajinasinyalah yang menjadi salah satu bahan bakar dari idenya itu.
Lantas, bagaimanakah imajinasi yang dihasilkan pikiran kita bekerja?Pada prinsipnya, perlu Anda sadari, pikiran kita adalah sebuah
magnet yang luar biasa. Pikiran kita mampu menjadi otopilot atas apa yang ingin kita wujudkan, yang kita cita-citakan bahkan yang sekadar kita imajinasikan.
Setiap orang boleh mempunyai mimpi akan masa depan. Mimpi menjadi seorang penulis hebat, misalnya, atau menjadi sastrawan, insinyur, dokter, dan sebagainya. Dalam perwujudan mimpi inilah kekuatan imajinasi berperan. Sekali kita merencanakan dan mematrikan imajinasi dalam pikiran kita, fisik kita pun mulai mencari jalan bagaimana merealisasikan apa yang sudah kita pikirkan.
Untuk mudahnya, pembaca, ada dua kisah tentang kekuatan imajinasi yang ingin saya ceritakan di sini. Pertama, kisah hidup Mayor James Nesmeth, seorang tentara yang doyan main golf. Dia begitu tergila-gila dengan golf. Tapi sayang sekali, sebelum menikmati kesempatan itu, dia ditugaskan ke Vietnam Utara.
Sungguh sial, saat di Vietnam dia ditangkap oleh tentara musuh dan dijebloskan ke penjara yang pengap dan sempit. Dia tidak diberi kesempatan untuk berinteraksi dengan siapa pun. Situasi pengap, kosong, dan beku itu sungguh menjadi siksaan fisik dan mental yang meletihkan baginya.
Untungnya, Nesmeth sadar dirinya harus menjaga pikirannya agar tidak sinting. Dia mulai berlatih mental. Setiap hari, dengan
imajinasinya, dia membayangkan dirinya berada di padang golf yang indah dan memainkan golf 18 hole. Dia berimajinasi secara detail. Dia melakukannya rata-rata empat jam sehari selama tujuh tahun.
Lantas, tujuh tahun kemudian, dia pun dibebaskan dari penjara. Namun, ada yang menarik saat dia mulai bermain golf kembali untuk
pertama kalinya. Ternyata, Mayor James Nesmeth mampu mengurangi rata-rata 20 pukulan dari permainannya dulu. Orang-orang pun bertanya kepada siapa dia berlatih. Tentu saja, tidak dengan siapa pun. Yang jelas, dia hanya bermain dengan imajinasinya. Tetapi, ternyata itu berdampak pada hasil kemampuannya. Nah, inilah kekuatan imajinasi itu.
Kisah kedua adalah cerita tentang Tara Holland, seorang gadis yang bermimpi menjadi Miss America sejak kecil. Pada 1994, dia berusaha menjajaki menjadi Miss Florida. Sayangnya, dia hanya menyabet runner-up pertama. Tahun berikutnya dia mencoba, tapi lagi-lagi hanya di posisi yang sama. Hati kecilnya mulai membisikkan dirinya untuk berhenti.
Bulatkan tekad
Tapi, dia bangkit dan membulatkan tekadnya lagi. Dia pindah ke negara bagian lain, Kansas. Pada 1997, dia terpilih menjadi Miss
Kansas. Dan di tahun yang sama, dia berhasil menjadi Miss America! Yang menarik, adalah saat Tara diwawancarai setelah kemenangannya, Tara menceritakan bagaimana dia sudah ingin menyerah setelah dua kali kalah di Florida.
Tapi, tekadnya sudah bulat. Selama beberapa tahun kemudian, dia membeli video dan semua bahan yang bisa dipelajari tentang Miss Pagent, Miss Universe, Miss America, dan sebagainya. Dia melihatnya berkali-kali. Setiap kali melihat para diva meraih penghargaan tertinggi, Tara membayangkan dirinyalah yang menjadi pemenangnya.
Satu lagi yang menarik dari wawancaranya adalah saat dia ditanya apakah dia merasa canggung saat berjalan di atas karpet merah. Dengan mantap, Tara Holland menjawab, “Tidak sama sekali. Anda mesti tahu saya sudah ribuan kali berjalan di atas panggung itu.”
Seorang reporter menyela dan bertanya bagaimana mungkin dia sudah berjalan ribuan kali di panggung, sementara dia baru pertama kalinya mengikuti kontes. Tara menjawab, “Saya sudah berjalan ribuan kali di panggung itu…dalam pikiran saya.”
Pembaca, dua kisah nyata di atas menceritakan tentang kekuatan imajinasi. Kita memujudkan apa yang kita lihat dalam pikiran kita.
Imajinasi adalah energi. Energi yang kalau diolah terus-menerus akan mewujud dalam apa yang kita imajinasikan itu.
Kekuasaan boleh memenjarakan fisik, membungkam mulut, tetapi sama sekali tidak bisa memasung imajinasi kita. Dengan kekuatan
imajinasi, masa depan akan menjadi milik kita sesuai yang kita cita-citakan.
Dengan imajinasi, kita bisa menjadi tuan atas takdir kita, I am the master of my fate. Stephen Covey dalam 7 Habits mengatakan kita membuat kreasi mental lebih dulu sebelum kreasi fisiknya.
Semakin kuat gambaran mental yang kita miliki, semakin besar energi yang kita miliki untuk mewujudkannya. Sebaliknya, jika kita terlalu banyak membayangkan yang buruk dan negatif, kita menarik energi negatif dan kita semakin ter-demotivasi untuk meraihnya.
Pepatah Latin mengatakan, Fortis imaginatio generat casum, artinya imajinasi yang jelas menghasilkan kenyataan. Dengan demikian, jangan sia-siakan kekuatan imajinasi dalam diri kita. Imajinasi mampu menjadi kendaraan kita menuju apa saja yang kita mimpi dan cita-citakan.
Imajinasi akan mengumpulkan seluruh energi kita untuk mewujudkannya. Dalam aplikasi sehari-hari, dengan imajinasi, kita membayangkan hal-hal positif yang akan kita lakukan dan membayangkan hal-hal positif yang akan terjadi. Betapa kita akan melihat langkah dan tindakan kita mulai mengarah pada apa yang kita bayangkan. Dan…the dreams will come true!

Jika Anda tersentuh dengan cerita di atas, tolong “share” cerita ini ke teman-teman yang lain agar mereka juga dapat memetik hikmah yang ada pada cerita di atas. Semoga dapat bermanfaat bagi kehidupan kita, terimakasih.
(Sumber : motivation-live.blogspot.com)